Rabu, 19 Agustus 2015

Mulailah ubah pola pikir kita, untuk selalu mau bekerja keras

Silahkan bagikan pesan ini ke sebanyak-banyaknya teman Anda:
Pesan saya untuk para pemimpin masa depan: mulailah ubah pola pikir kita, untuk selalu mau bekerja keras jangan berleha-leha.
Sangatlah tidak pantas di negeri yang kaya raya; kita menjadi miskin. Seperti tikus mati di lumbung padi. Sumber daya apa yang kita tidak punyai di negeri ini?
Saya tahu saya orang yang tidak mau diatur, diperintah atau disuruh untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani, tapi itulah yang membuat saya menjadi manusia dengan pikiran merdeka.
Pemimpin masa depan, yakinlah keberhasilan kita untuk masa depan bangsa kita hanya kita dapatkan dengan jiwa & pikiran yang merdeka & mandiri.
Selamat berjuang.
Salam hangat, --Susi Pudjiastuti ‪#‎70RI‬ ‪#‎AyoKerja‬
Foto: bersama tetua adat di Pulau Intata dengan hasil ikan tangkapan saya.
Read more »

Presiden Repoblik Indonesia di mata RAKYATNYA.




Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, menyaksikan atraksi seni memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan Indonesia dari luar pagar Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2015). Usai penampilan berbagai kelompok seni dari daerah tampil dalam acara tersebut, Presiden Jokowi menyalami warga yang hadir menonton. Ini adalah kali pertama rakyat dari berbagai kampung mendapat undangan dari Istana untuk menyaksikan langsung upacara kenegaraan yang heroik itu. Di tahun-tahun mendatang, rakyat dari kampung-kampung lain di seluruh Indonesia juga akan kebagian. 

"Upacara 17-an ini saya undang warga di sekitar Istana. Lain kali warga dari pelosok Tanah Air -Jkw,"begitu kicau Jokowi lewat akun twitternya.
(ANTARA/Yudhi Mahatma/BD)

Sumber : FB 

Gun Javanes
Read more »

Rabu, 01 Juli 2015

Info Lowongan Kerja Untuk Pelaut


ANDA KESULITAN DAPAT PEKERJAAN ?

Info Lowongan Kerja Untuk Pelaut
di
Read more »

Selasa, 23 Juni 2015

Putra Ngawi Yang Sukses Berbisnis Usaha Barang Bekas Di Tangsel

Putra Ngawi Yang Sukses Berbisnis Usaha Barang Bekas Di Tangsel Bisnis

Putra Ngawi Yang Sukses Berbisnis Usaha Barang Bekas Di Tangsel


Barang bekas atau rongsokan, selalu dipandang sebelah mata bahkan dibuang, dicampakkan. Tak banyak yang mengerti kalau barang rongsokan juga punya nilai ekonomis. Sejumlah barang rongsokan bisa didaur ulang dan mendatangkan rupiah. Bahkan tak sedikit yang sukses menjadi pengusaha dengan omzet per bulan hingga ratusan juta rupiah. 

Menyebut barang rongsokan, kesan pertama yang muncul adalah barang yang tak bisa digunakan lagi, sampah. Siapa sangka, sampah rongsokan ini bisa menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Jika pemulung berkeliling sendiri mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual, maka pasti ada pengepul atau orang yang menampung barang rongsokan tersebut sebelum diolah kembali. Mungkin ada yang beranggapan malu, gengsi jadi pengumpul barang bekas atau rongsokan. 

Padahal, pengepul inilah yang diam-diam bisa menangguk rezeki lumayan. Seperti apa yang dilakukan Sutrisno atau sering akrab disapa purwanto, pria kelahiran Ngawi 1978 ini Sudah 9 tahun menjalankan bisnis jual beli rongsokan sampai berhasil menjadikan barang bekas menjadi sebuah mata pencarian, bahkan sekarang bisa mempekerjakan orang dengan bisnis usaha barang bekas yang dibangunnya. Di sela-sela timbunan rongsokan/barang bekas, laki-laki berusia 35-an tahun tampak duduk manis, sambil menimbang barang yang datang. “Beginilah keseharian saya,” ujar sutrisno, Kamis siang (14/3). Setelah lulus SMA, pria dengan 2 orang anak ini bekerja sebagai perhutani atas permintaan orang tuanya. Namun ditengah keinginannya berwiraswasta, dia malah nekat berhenti dan memilih pergi ke jakarta untuk mengadu nasib. Keadaan membuat dia harus berpikir dan berjuang lebih keras sebelum memutuskannya. Pada awalnya ditahun 2004, dengan bermodalkan nekat dan niat, sutrisno sampai di jakarta berkeliling dari tempat ke lain mencari barang rongsokan dengan menggunakan gerobak, dan menjulanya dari lapak kelapak sambil mencari penadah yang mau membeli barang rongsokan. Usaha ini terus dilakukan sutrisno sampai pada akhirnya tahun demi tahun usahanya mulai berkembang hingga sampai mempunyai 3 unit mobil operasional dan omset perhari bisa mencapai 10 juta,” tuturnya. usaha yang dilakukan sutrisno berada diatas lahan seluas 1000m2 yang disewanya di Jl. Mujair Raya, Benda Apus Pamulang. “Usaha rongsok ini kini memiliki sejumlah pelanggan. 

Selain pabrik-pabrik yang sudah menjadi pelanggan tidak menutup kemungkinan dari tukang rongsok keliling, dari sejumlah warga perumahan juga kerap menjual barang bekas kelapaknya” jelasnya. “Bagi sebagian orang, bisnis rongsok memang dianggap usaha rendahan. Namun, karena keadaan dan keinginan untuk mengubah nasib yang sangat kuat bisnis apapun asalkan halal bisa ditekuni. “Pada awal saya memulai usaha ini, sempat tidak didukung orang tua. Mereka menganggap usaha yang saya jalankan ini tidak akan berhasil.” Namun, karena sangat yakin akan peluang bisnis ini, dia mampu membuktikan bahwa yang bisa menghasilkan sumber penghidupan bukan hanya sekedar jadi petani”, Tambahnya. 

Disinggung suka duka dari profesinya, suami dari Sri Wahyuni ini mengungkapkan lebih banyak dukanya, karena pekerjaan ini penuh dengan resiko dan terkadang merasa was-was. Dalam menggeluti bisnisnya, sutrisno mengaku tidak selalu berjalan mulus tanpa ada hambatan. Yang namanya usaha pasti akan ada hambatannya terutama dari modal”, imbuhnya Dengan usahanya kini, ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan sutrisno. Selain bisa membahagiakan orangtuanya, dari bisnisnya juga ia sudah bisa membeli rumah di daerah perumahan Graha Indah Pamulang, bisa membeli mobil, motor. 

Selain itu sebagai seorang muslim, ia punya keinginan bisa segera naik haji. Namun demikian dengan apa yang ia telah capai saat ini, bukan berarti menjadi sombong. Ia beranggapan apa yang dimilikinya kini hanyalah titipan Tuhan. “Jangan lupa juga bersedekah, karena apa yang kita capai dalam bentuk materi hanyalah titipan Tuhan. Jangan sombong, jangan lupa juga sedekah kepada orang yang kurang mampu,” pungkasnya.(Eky)

source : http://www.beritatangsel.com/bisnis/putra-ngawi-yang-sukses-berbisnis-usaha-barang-bekas-di-tangsel
Read more »

Bisnis Properti, Tangsel Menjadi Incaran Para Investor

Bisnis Properti, Tangsel Menjadi Incaran Para Investor


Berita Tangsel On – Kepadatan Jakarta ternyata berdampak positif kepada perkembangan properti di sekitarnya. Saat ini, banyak sekali properti bertumbuhan di daerah-daerah penunjang seperti di wilayahSerpongTangerang Selatan.
“Mayoritas untuk hunian. Karena letaknya yang berdekatan dengan ibu kota,  para pengembang menjadikan Serpong dan sekitarnya ini jadi kawasan emas untuk properti,” ungkap Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Banten, Nurul Yaqien.
Seperti dikutip Liputan6.com, kawasan Serpong  Tangerang Selatan menjadi kawasan menjanjikan untuk bisnis properti. Maka tak heran, bila harga hunian di kawasan ini harganya melejit dibanding daerah lain. “Maka saya sarankan, kalau punya Rp 350 juta ditangan, lebih baik beli apartemen. Karena harga perumahan sudah semakin melangit,” paparnya.
Melejitnya permintaan akan hunian di Serpong, juga diungkapkan Deputy KSO Merdeka Ronov Indonesia, sebuah perusahaan pengembang, Kiki Iswara. Menurutnya, proyek dari Merdeka Ronov yang mengeluarkan dana investasi sebesar Rp 750 miliar telah terjual 85 persen.
“Untuk apartemen sendiri sudah terjual 85 persen, kemudian di kawasan ini juga hadir perkantoran yang sudah terjual 40 persen. Ini sangat signifikan penjualannya,” ujar Kiki.
Menurutnya, selain berada dekat dengan ibu kota, penjualan yang melejit ini dipengaruhi juga akses jalan yang mudah. Sehingga, menjadikan nilai jual hunian dan properti tersebut diburu peminatnya.(Lip6/Red)
Source : http://www.beritatangsel.com/bisnis/bisnis-properti-tangsel-menjadi-incaran-para-investor
Read more »

Mulai 2016, Perizinan Terintegrasi di Kabupaten Tangerang


Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar

Kab Tangerang, BT.com – PemerintahKabupaten Tangerang, Banten, menjanjikan pelayanan perizinan antar instansi di daerah itu seluruhnya akan terintegrasi mulai tahun depan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat masuknya investasi di kabupaten tersebut.
“Tahun depan kami akan terintegrasi dalam pelayanan dan perizinan termasuk untuk sektor properti,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Senin (22/6).
Dia menambahkan tujuan dari pengembangan sistem pelayanan yang terintegrasi itu merupakan wujud keterbukaan informasi pemerintah yang dipimpinnya. Menurut rencana peluncuran sistem pelayanan terintegtasi antar instansi itu akan dilakukan pada Desember 2015, bersamaan dengan HUT Kabupaten Tangerang.
Mengenai roadmap pengembangan infrastruktur di daerah tersebut, Ahmed Zaki menyebutkan pembangunan infrastruktur akan fokus di kawasan-kawasan yang tidak dibangun pengembang terutama desa pantai dan pedalaman.
“Sesuai dengan visi dan misi saya ketika kampanye lalu, maka pembangunan infrastruktur jalan akan diprioritaskan di pedesaan. Dan saya kira sekarang mayoritas masyarakat sudah merasakan perbaikan infrastruktur desa,” ungkapnya.
Sementara pusat pengembangan permukiman, berdasarkan rencana tata ruang, menurut Ahmed Zaki sekarang diarahkan ke selatan yakni BSD, Cisauk hingga Gading Serpong. Sedangkan Balaraja dan wilayah lain di Tangerang Barat kini sudah hampir penuh sama seperti Curug karena ini memang sejak dulu merupakan wilayah permukiman. (Abah)

Source : http://www.beritatangsel.com/berita-terkini/mulai-2016-perizinan-terintegrasi-di-kabupaten-tangerang
Read more »

Selasa, 09 Juli 2013

Sekretaris Kota (Sekot) Tangerang Selatan Terpilih

Alhamdulillah akhirnya pejabat sekretaris kota (sekot) Tangerang Selatan telah terpilih. Nanang Komara yang saat ini menjabat sebagai Sekda Pemkab Tangerang yang akan menduduki posisi tersebut, setelah mengungguli dua kandidat lainnya yakni Mas Iman Kusnandar (Asda I Kabupaten Tangerang) dan Hermansyah (Asda II Kabupaten Tangerang).

Saat ini pengajuan dan hasil penilaian Sekot Tangsel sudah ditandatangani Mendagri dan untuk pelantikannya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Setelah Sekot dilantik kemudian, dilanjutkan pelantikan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) terdiri atas tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang terdiri Asda I Bidang Pemerintahan, Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Inspektorat Kota (Bawasda), Kepala Bapeda, Kabag BKD Kota Tangsel, Kesbangpol, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, dan delapan dinas.

Delapan dinas yang disetujui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN), setelah sebelumnya dievaluasi oleh Depdagri adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Dinas Kesehatan dan Sosial, Dinas Pendidikan dan Pariwisata, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Dinas Pendapatan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pertanian, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah.
Selamat ya... Semoga Kota Tangerang Selatan semakin maju.

Akhirnya pada tanggal 24 Januari 2009, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten HM Shaleh MT resmi dilantik menjadi Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di Aula Setda Provinsi Banten oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto atas usulan Gubernur Banten Atut.

Pada pelantikan tersebut tidak tampak Bupati Tangerang Ismet dan Tujuh camat yang wilayah mereka masuk wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga tak tampak hadir. Mereka tidak hadir dalam pelantikan tersebut karena kecewa. Sejumlah pejabat menghendaki penjabat wali kota Tangsel berasal dari Kabupaten Tangerang, daerah induk yang dimekarkan di bagian tenggara menjadi Tangsel.

Shaleh MT terpilih dari dua calon lainnya, yakni Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Hery Harianto, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Benyamin Davni. Shaleh dilantik berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.36-883 tahun 2009 yang ditandatangani pada 23 Januari lalu. Surat itu menyebutkan masa jabatan Penjabat Walikota Tangsel yakni satu tahun.

M Shaleh adalah salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Banten yang dikenal sebagai ”orang dekat” Gubernur Banten Atut dan tak memiliki latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan. Padahal tugas penjabat walikota terfokus pada empat bidang (memfasilitasi pemilihan walikota definitif, memfasilitasi pembentukan DPRD, membantu perangkat daerah, dan menjalankan operasional pemerintahan). Dalam pembentukan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), ia akan berkoordinasi dengan kabupaten induk, yakni Kabupaten Tangerang.

Akan tetapi ironis nya program pertama yang akan dikerjakan oleh pejabat walikota adalah menginventarisasi infrastruktur jalan. Sementara SOTK Pemkot Tangsel masih dalam kajian. Shaleh telah berencana membangun jalan dengan konsep simpang susun (over pass) di kawasan Simpang Empat Gaplek, Kecamatan Pamulang. Katanya pula proyek pembangunan jalan ini dilakukan dalam upaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan yang menghubungkan antara Jalan Muhammad Toha, Jalan Setia Budi, dan Jalan Dewi Sartika.

Lha ini sebenernya mau bentuk kota baru atau cari proyek baru?

Secara terpisah Wakil Bupati Tangerang Rano Karno yang juga dipercaya menjadi penengah atau “mediator” antara Bupati Tangerang dengan Penjabat Walikota Tangerang Selatan meminta kepada Gubernur Banten agar posisi Sekretaris Kota (Sekot) Tangerang Selatan (Tangsel) diisi pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dengan harapan terjadi keseimbangan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Read more »