Selasa, 09 Juli 2013

Sekretaris Kota (Sekot) Tangerang Selatan Terpilih

Alhamdulillah akhirnya pejabat sekretaris kota (sekot) Tangerang Selatan telah terpilih. Nanang Komara yang saat ini menjabat sebagai Sekda Pemkab Tangerang yang akan menduduki posisi tersebut, setelah mengungguli dua kandidat lainnya yakni Mas Iman Kusnandar (Asda I Kabupaten Tangerang) dan Hermansyah (Asda II Kabupaten Tangerang).

Saat ini pengajuan dan hasil penilaian Sekot Tangsel sudah ditandatangani Mendagri dan untuk pelantikannya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Setelah Sekot dilantik kemudian, dilanjutkan pelantikan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) terdiri atas tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang terdiri Asda I Bidang Pemerintahan, Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Inspektorat Kota (Bawasda), Kepala Bapeda, Kabag BKD Kota Tangsel, Kesbangpol, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, dan delapan dinas.

Delapan dinas yang disetujui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN), setelah sebelumnya dievaluasi oleh Depdagri adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan, Dinas Kesehatan dan Sosial, Dinas Pendidikan dan Pariwisata, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Dinas Pendapatan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pertanian, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah.
Selamat ya... Semoga Kota Tangerang Selatan semakin maju.

Akhirnya pada tanggal 24 Januari 2009, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten HM Shaleh MT resmi dilantik menjadi Penjabat Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) di Aula Setda Provinsi Banten oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto atas usulan Gubernur Banten Atut.

Pada pelantikan tersebut tidak tampak Bupati Tangerang Ismet dan Tujuh camat yang wilayah mereka masuk wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga tak tampak hadir. Mereka tidak hadir dalam pelantikan tersebut karena kecewa. Sejumlah pejabat menghendaki penjabat wali kota Tangsel berasal dari Kabupaten Tangerang, daerah induk yang dimekarkan di bagian tenggara menjadi Tangsel.

Shaleh MT terpilih dari dua calon lainnya, yakni Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Hery Harianto, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Benyamin Davni. Shaleh dilantik berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor 131.36-883 tahun 2009 yang ditandatangani pada 23 Januari lalu. Surat itu menyebutkan masa jabatan Penjabat Walikota Tangsel yakni satu tahun.

M Shaleh adalah salah satu pejabat Pemerintah Provinsi Banten yang dikenal sebagai ”orang dekat” Gubernur Banten Atut dan tak memiliki latar belakang pendidikan ilmu pemerintahan. Padahal tugas penjabat walikota terfokus pada empat bidang (memfasilitasi pemilihan walikota definitif, memfasilitasi pembentukan DPRD, membantu perangkat daerah, dan menjalankan operasional pemerintahan). Dalam pembentukan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), ia akan berkoordinasi dengan kabupaten induk, yakni Kabupaten Tangerang.

Akan tetapi ironis nya program pertama yang akan dikerjakan oleh pejabat walikota adalah menginventarisasi infrastruktur jalan. Sementara SOTK Pemkot Tangsel masih dalam kajian. Shaleh telah berencana membangun jalan dengan konsep simpang susun (over pass) di kawasan Simpang Empat Gaplek, Kecamatan Pamulang. Katanya pula proyek pembangunan jalan ini dilakukan dalam upaya mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan yang menghubungkan antara Jalan Muhammad Toha, Jalan Setia Budi, dan Jalan Dewi Sartika.

Lha ini sebenernya mau bentuk kota baru atau cari proyek baru?

Secara terpisah Wakil Bupati Tangerang Rano Karno yang juga dipercaya menjadi penengah atau “mediator” antara Bupati Tangerang dengan Penjabat Walikota Tangerang Selatan meminta kepada Gubernur Banten agar posisi Sekretaris Kota (Sekot) Tangerang Selatan (Tangsel) diisi pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dengan harapan terjadi keseimbangan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Read more »

Pusat Layanan Servis Resmi Produk Elektronik (Service Center) khusus Tangerang dan Sekitarnya


Pusat Layanan Servis Resmi Produk Elektronik (Service Center) khusus Tangerang dan Sekitarnya


Toshiba Service
Bumi Serpong Damai
Jl.Pahlawan Seribu Ruko Tol Boulevard Blok G No.02 BSD Banten
Telp. (021) 53158246/53158247


Plaza Ciputat Mas Blok B/Y
Jl. Ir. H. Juanda 5A, Ciputat
Telp. (021) 7425821, 7425836

Samsung Service
PT. Graha Service Indonesia Tangerang
Jl. Imam Bonjol N0. 97, Karawaci - Tangerang, 15139 Tangerang, Banten
Telp. (021) 55765828, 70746296,55765828
Faks. (021) 55763042

Sony Service
Agis Tbk. Divisi Service
Jl. Ir.H. Juanda Raya Ruko Ciputat Center No 75A & 75B Gintung Ciputat Tangerang
Telp. (021) 7491640, 7491641

Sony Prima Service
Jl. MH Thamrin Komplek Mahkota Mas Bl J/58, Cikokol, Tangerang 15117
Telp. (021) 55754423 - 021 55754424
Faks. (021) 55754424 

Panasonic Service Centre
JI Pahlawan Seribu No. 8F (seberang ITC) Serpong, Tangerang 15224
Telp. (021) - 53153950, 53153936
Faks. (021) - 53153950
E-mail : service.jak4@id.panasonic.com

LG Service Center
Ruko Pasar 8 Blok RB-1 Alam Sutra – Tangerang
Telp. (021) 29004908/09

Super Mall Karawaci E-Center Ground Floor F3A 
Telp. (021) 5473437

Data akan selalu kami update. Jangan segan untuk kontak kami, apabila ada data yang salah atau ingin menambahkan.
Read more »

Pembangunan Monorel Rawa Buntu BSD ke Bandara Soekarno-Hatta




Rencana pembangunan jalur monorel dari Serpong hingga Bandara Soekarno-Hatta akan menelan dana sangat besar. Jumlahnya sekitar Rp6,5 Triliun atau 700 juta dolar AS. Pembangunan monorel ditujukan untuk mengurangi beban kemacetan di sekitar wilayah Serpong dan Rawa Buntu, yang saat ini ruas jalannya lebih dimonopoli oleh kendaraan pribadi, terutama roda dua.

Pembangunan itu akan melibatkan dua wilayah, yaitu, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Proyek itu melibatkan PT INKA, tujuh pengembang perumahan serta Banten Global Development sebagai inisiator. Pengembang (Developer) perumahan yang akan dilintasi jalur kereta layang itu juga telah memastikan akan menyiapkan lahan untuk proyek itu. 

Studi kelayakan proyek itu ditargetkan selesai pada akhir 2012 dan konstruksinya diperkirakan mulai pada 2013. Selanjutnya, ditargetkan pad 2014 proyek itu sudah selesai walau belum langsung beroperasi. Pengoperasian monorel, belum dapat dipastikan karena hal tersebut masih akan di koordinasikan dengan pemerintah pusat.

Lintasan monorel BSD-Bandara Soetta sepanjang 28 km itu diperkirakan akan melewati 14 selter yaitu Serpong - Griya Loka-St BSD Junction-St WTC-St Alam Sutera-St Gading Serpong-St Serpong Times Square- St Kota Modern-St Tangerang- St Mekar Wangi-St Garuda-St Terminal I-St Terminal II-Stasiun Terminal III, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Ya... kita sebagai warga tangsel umumnya dan serpong khususnya berharap proyek ini dapat terrealiasasi dengan segera. Tapi pastikan dulu harus bebas dari korupsi 

Source : info-tangsel.blogspot.com
Read more »

Kamis, 04 Juli 2013

Jadwal KRL Non-AC Jurusan Serpong-Bekasi, Per 1 April 2013 Dihapus, TangSel.Web.Id, Informasi Seputar Kota Tangerang Selatan (TangSel) dan Sekitarnya, Jadwal KRL Non-AC Jurusan Serpong-Bekasi, Per 1 April 2013 Dihapus

Dihapusya operasional Kereta Rangkaian Listrik (KRL) Non-AC lintasan Serpong-Bekasi, per 1 April 2013 mendatang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuai banyak protes dari pelanggan kereta tersebut. Padahal, untuk mengganti KRL Non-AC, PT KAI akan menggantinya dengan KRL AC Commuter Line.

Kepala Staisun Serpong, Satria Gunada mengatakan, pihaknya telah medapatkan edaran PT KAI soal jadwal baru perjalanan KRL yang akan diberlakukan mulai 1 April 2013. “Dalam jadwal baru dinyatakan, KRL Non-AC akan dihilangkan, dan diganti dengan dua rangkaian KRL AC Commuter Line baru untuk lintas Bekasi dan 2 rangkaian KRL AC Commuter Line baru untuk lintas Serpong,” jelasnya.
Mengacu pada surat edaran itu, tutur Satria, tidak dioperasikannya KRL Non-AC pada lintas Bekasi dan Serpong juga ditujukan untuk peningkatan pelayanan kepada penumpang. Kondisi KRL yang sudah tidak layak guna sangat berbahaya dan beresiko tinggi pada keselamatan dan keamananan penumpang pada perjalanan kereta api.

“Banyaknya gangguan yang terjadi pada KRL Non-AC tersebut juga kerap mengganggu kenyamanan perjalanan KRL secara keseluruhan dan sangat berdampak pada pelayanan KRL untuk penumpang. Makanya, dilakukan pergantian kereta guna perbaikan pelayanan,” singkatnya.
Sementara itu, pelanggan KRL Non-AC tidak sepedapat dengan rencana PT KAI. Konsumen berpadat, keputusan PT KAI menghentikan operasional KRL Non-AC dianggap merugikan. Makanya, ribuan pelanggan akan mengancam melakukan aksi besar-besaran.
Para konsumen juga menganggap, keputusan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dianggap tidak memberikan kesempatan kepada warga tidak mampu untuk mengunakan kereta murah. “Kebijakan PT KAI yang akan menghentikanpengoperasian KRL non AC, sejak 1 April 2013, akan memberikan kesenjangan kepada penumpang transportasi kereta ekonomi,” kata Martha Risca, juru bicara KRL Mania Lintas Serpong,

PT KAI harusnya mempertimbangkan keputusan tersebut. Karena langkah perusahaan plat merah itu dinilai tidak memberikan solusi bagi penumpang kereta ekonomi lintas Serpong yang harganya tiketnya lebih murah. “Kami menolak tegas rencana penghentikan KRL Non-AC lintas Serpong. Kereta ekonomi masih dibutuhkan penumpang dari Tangerang,” ungkapnya.


Dengan peniadaan kereta murah meriah itu, lanjut Martha, tentu memaksa penumpang kereta api ekonomi untuk beralih naik kereta Commuter Line yang mana harga tiket-nya lebih mahal. Karena harga tiket KRL Non-AC atau kereta ekonomi sekitar Rp1500 per penumpang, tapi ongkos KRL Commuter Line harga tiket sekitar Rp8000. “Padahal lebih banyak litasan kereta ekonomi dibanding Kommunter Line. Jelas ini tidak berpihak pada rakyat kecil,” pungkasnya.

Source : tangsel.web.id
Read more »

Kereta Api Tanah Abang - Parung dan Parung - Tanah Abang akan dihentikan Mei 2013



PT Kereta Api Indonesia menghentikan layanan kereta api listrik (KRL) jurusan Tanah Abang-Parung dan Tanah Abang-Serpong, mulai hari selasa (7/5).

Kahumas PT KAI, Sukendar mengatakan, layanan KRL terpaksa dihentikan karena usia kereta yang sudah tua sehingga tidak laik jalan. Terlebih, kereta kerap mogok atau rusak. Jika dipaksakan beroperasi, PT KAI khawatir kereta malah mengancam keselamatan penumpang.

Sukendar meminta masyarakat tidak khawatir meski dua KRL tersebut ditarik. Pasalanya, PT KAI telah mempersiapkan kereta commuter line bertarif Rp8.000 untuk mengakomodasi penumpang lajur tersebut. Selain itu, PT KAI juga menyediakan kereta api ekonomi lokal yang bisa mengangkut penumpang dua rute itu


Source : tangsel.web.id


Read more »